23-August-2016

Pengajian Keluarga MAN Yogyakarta I: Kepribadian Dan Peran Guru Di Masyarakat Dipertaruhkan

Sleman(MAN YK I)-Pembinaan Keluarga dan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga dan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Peran keduanya saling mempengaruhi.  Untuk itu pembinaan keduanya harus diupayakan. Seperti yang dilakukan oleh MAN Yogyakarta I, madrasah ini  menyelenggarakan Pengajian Keluarga, Ahad(21/8) pagi, di Kediaman salah satu Guru MAN Yogyakarta I Suyanto,M.Pd yaitu  Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia(UII), Jalan Selokan Mataram Dabag Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta.  

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan pegawai MAN Yogyakarta I beserta keluarga, dengan menghadirkan penceramah H.Suyanta,S.Ag, M.S.I. Pimpinan Yayasan Madania Yogyakarta.

Mengawali acara pengajian rutin dua bulanan ini, para jama’ah diajak tadarus Al-Qur’an bersama,  yang dipandu oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hakim MAN Yogyakarta I Drs.H.Muhammad Nawawi, M.S.I. membaca dan mengkaji  QS.Ali Imran ayat  190 sampai ayat 200.  

Nawawi mengajak para jama’ah untuk selalu mengingat Allah swt dimana pun berada, seperti petunjuk Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 190 sampai ayat 197 yang artinya,”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.

Sementara itu Penceramah H.Suyanta,S.Ag, M.S.I  berpendapat,  4 kompetensi guru yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, semestinya berjalan seimbang.   Lanjut Suyanta, dari 4 kompetensi itu, yang kurang mendapatkan perhatian adalah 2 kompetensi terakhir yakni sosial dan kepribadian.  pasalnya, banyak guru piawai dalam pedagogig dan profesional namun tidak punya peran di masyarakat.

Di dalam masyarakat guru itu menjadi figur dan suri tauladan masyarakat, maka kepribadian seorang guru menjadi taruhannya. “perjuangan melalui jalur pendidikan, pemberantasan kemeskinan, dan pemberdayaan umat tidak ada habisnya,”ujar pria kelahiran Kulonprogo itu.

Suyanta menambahkan, untuk meningkatkan kompetensi kepribadian dengan membiasakan Qiyamul Lail(sholat tahajud). Karena itu menurut dia, ritual ini akan berpengaruh pada jiwa seorang guru dan akan memudahkan dalam komunikasi sesama, karena jiwanya bersih, dan tertata dengan baik.

Selain itu, Pimpinan Yayasan Madania itu  mengingatkan jama’ah untuk berhati-hati, dan harus memastikan apa yang didapat dan dikonsumsi itu halal. Karena barang atau makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi kejiwaan seseorang.  Maka untuk menjaga kesucian hati dan kebersihan jiwa dengan cara memberbanyak sedekah.

Pimpinan Yayasan untuk kaum dhu’afa ini sangat piawai dalam menyampaikan  ceramah keagamaan.  Materi  keagamaan itu dikemas dengan bahasa yang mudah dan diselingi dengan humor-humor cerdas yang  khas.  Tampak gelak tawa jama’ah mewarnai pengajian itu, hingga kegiatan ini berakhir pukul 12.00 WIB.(dzl)

 


tags
  

Berita
MAN 1 Yogya Berbagi Nasi Bungkus, Jelang Peringatan Hari Santri Nasional
19-October-2019

MAN 1 Yogya Berbagi Nasi Bungkus, Jelang Peringatan Hari Santri Nasional

Sambut Hari Santri Nasional, MAN 1 Yogya Gelar Fescosama
19-October-2019

Sambut Hari Santri Nasional, MAN 1 Yogya Gelar Fescosama

Mengenal Sosok Ketua OSIS MAN 1 Yogya Periode 2019/2020
18-October-2019

Mengenal Sosok Ketua OSIS MAN 1 Yogya Periode 2019/2020

MAN 1 Yogya Borong Piala Lomba  Esai Tingkat SMA se-DIY
18-October-2019

MAN 1 Yogya Borong Piala Lomba Esai Tingkat SMA se-DIY

MAN 1 Yogya Duduki Posisi 4 Besar English Debate Competition
17-October-2019

MAN 1 Yogya Duduki Posisi 4 Besar English Debate Competition