17-March-2014

Fakta Seputar Senjata Api

Sejak orang Cina menemukan mesiu, penggunaan bubuk peledak ini semakin gencar tiap waktu. Eropa dan Timur Tengah berlomba - lomba menggunakannya dalam peperangan. Suara gelegar di medan pertempuran pun kini tidak asing lagi setelah meriam dan senapan digunakan secara masal di seluruh dunia. Mesiu pun telah dikenal di Majapahit sejak awal kepemimpinan Gajah Mada sebagai Patih Amangkubumi. Bahkan karena kedahsyatannya Kesultanan Turki Ustmani menggunakan meriam untuk menggempur pertahanan Konstantinopel pada 1453.

Penggunaan meriam dan senapan juga gencar di Dunia Baru. Ambisi Bangsa Eropa untuk mengkolonisasi Amerika membuat meriam dan senapan semakin diproduksi secara global dan universal. Namun, orang - orang mulai menyadari bahwa penggunaan meriam dan senapan yang terlalu berat dan besar sangat tidak efisien. Inovasi baru pun ditemukan. Sebuah senjata yang bekerja dengan sistem seperti meriam namun sangat ringan dan kecil; pistol.

Pistol mulai populer di zaman Perang Dunia. Di era modern, pistol semakin ringan dan kecil, namun mempunyai dasa rusak yang lebih hebat. Karena kehebatannya, muncullah berbagai video game berbasis shooting yang menggunakan berbagai macam pistol. Industri perfilman pun semakin banyak memproduksi film bergenre aksi dengan penuh adegan tembak - menembak.

Namun, dewasa ini masyarakat sering terkecoh dengan kehebatan pistol dan senapan. Dengan suara keras, letupan api yang besar, dan sentakan yang kencang, pistol semacam itu dianggap termasuk jenis pistol yang merusak. Sejatinya, itu tidak benar - benar betul. Faktanya sebagai berikut;

1.       Api yang dikeluarkan berasal dari gesekan antara peluru dengan selongsong senapan.

2.       Jika banyak api yang muncul, artinya gesekan antara peluru dan selongsong besar. (Seperti pada korek api kayu yang digesek dengan pemantiknya. Jika gesekannya kecil, api tidak akan muncul.)

3.       Dengan gesekan besar, kecepatan peluru ketika meninggalkan selongsong pasti berkurang.

4.       Gesekan besar juga membuat permukaan peluru menjadi kasar (tidak rata). Akibatnya, ketika peluru ditembakkan maka gesekan antara peluru dengan udara pasti besar.

5.       Gesekan membuat permukaan peluru terkikis, membuat massa peluru berkurang.

Dengan menggunakan rumus Energi Kinetik, kita dapat mengetahui bahwa senapan yang mengelurkan api banyak memiliki daya rusak yang kecil. Perhatikan rumus berikut!

                Ekinetik = mv2

dimana E = energi

                m = massa

                v = kecepatan

Daya rusak senapan ditentukan oleh energi yang diberikan peluru ketika mengenai sasaran. Dalam kasus (3) dan (4), kita tahu bahwa kecepatan peluru menjadi kecil karena berkurang. Sedangkan pada kasus (5), massa peluru juga menjadi kecil karena terkikis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa senapan yang mengeluarkan api lebih banyak, maka daya rusaknya lebih kecil karena kecepatan dan massa peluru telah berkurang.

 


tags
  

Berita
Pramuka MAN 1 Yogyakarta Juara 1 Lomba Film Pendek
24-September-2020

Pramuka MAN 1 Yogyakarta Juara 1 Lomba Film Pendek

Kasubdit KSKK Kemenag RI Visitasi Kesiapan Layanan SKS MAN 1 Yogyakarta
18-September-2020

Kasubdit KSKK Kemenag RI Visitasi Kesiapan Layanan SKS MAN 1 Yogyakarta

Mengalami Peningkatan, 82 Persen Siswa Lulusan Tahun 2020 MAN 1 Yogya diterima di PTN
16-September-2020

Mengalami Peningkatan, 82 Persen Siswa Lulusan Tahun 2020 MAN 1 Yogya diterima di PTN

Siswa MANPK MAN 1 Yogya Ikuti Pelatihan Desain Grafis
13-September-2020

Siswa MANPK MAN 1 Yogya Ikuti Pelatihan Desain Grafis

Dilakukan Secara Online, Partisipasi Pemilihan Ketua OSIS MAN 1 Yogya Tetap Tinggi
13-September-2020

Dilakukan Secara Online, Partisipasi Pemilihan Ketua OSIS MAN 1 Yogya Tetap Tinggi