17-March-2014

Realita Cinta Di Kehidupan Remaja

Bicara tentang cinta, pasti semua orang akan berpikir keras tentang bagaimana mengutarakan cinta lewat bahasa. Banyak orang mengatakan “aku mencintaimu” tapi ketika ditanya “cinta itu apa?” mereka tidak akan bisa menjawabnya dengan sempurna, begitu juga kita. Tak perlu jauh-jauh berpikir, bahkan ilmuan-ilmuan professional di dunia saja masih bingung untuk menjabarkan cinta.

Cinta berawal dari perasaan menyukai lawan jenis karena sebuah syarat. Benar, kan? Bagaimana tidak? Jika seseorang ditanya, “kenapa kamu mencintai dia, bukan orang lain?”. Dia pasti akan menjawab, “karena dia istimewa dimataku.”. Istimewa disinilah yang merupakan syarat. Istimewa bisa berarti dia cantik, tampan, kaya, baik hati, bisa diandalkan, jujur, dan berbagai sifat lainnya yang dibutuhkan seseorang untuk melengkapi kekurangannya. Oleh karena itu, cinta dapat dijabarkan menurut syaratnya.

Cinta sebagai sebuah kebutuhan. Seperti yang kita ketahui,bahwa kata “membutuhkan” itu sudah jelas-jelas merupakan salah satu syarat. Contohnya sederhana, seorang pemuda yang mengidap narkoba karena salah pergaulan dan juga karena kurangnya kasih sayang dari orang tua, akan membutuhkan perhatian lebih dari seseorang. Dia akan berusaha mencari seseorang yang bisa menerima keadaannya dan bisa membantu mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Jika dia sudah menemukan seseorang yang dia butuhkan, seseorang yang selalu memberinya semangat hidup, sesorang yang bisa membuatnya bahagia dan melupakan dunianya yang gelap, dia akan merasakan bahwa cinta itu adalah sebuah kebutuhan.

Cinta sebagai sebuah ketulusan. Jika kita sudah membicarakan sebuah ketulusan, masih dapatkah ditemukannya sebuah syarat itu? Hmm, aku pun tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Tapi menurut pendapatku sendiri, ketulusanpun juga merupakan sebuah syarat. Sebagaimanapun sifat manusia, tidak akan selamanya tulus. Contohnya saja seorang penjual beras. Jika suatu hari dia kedatangan dua pembeli secara bersamaan, yang satu seorang ibu-ibu yang ramah tamah dan satunya lagi seorang tante-tante girang yang sombong. Pasti si penjual beras itu tak akan segan-segan melebihkan berasnya kepada ibu-ibu yang ramah tadi karena sebuah ketulusan menghadapi keramahan ibu-ibu tersebut. Tapi, bukan berarti aku mengartikan cinta sebagai seorang penjual berat. Ini hanya sebuah ibarat.

Tetapi, tidak jarang pula ditemukan sebuah penyalahgunakan kata cinta. Yaitu, sebagai pelampiasan nafsu belaka. Hal inilah yang begitu marak dikehidupan remaja, dan juga belum ada penanganan khusus dalam hal ini. Pemerintah tidak ambil pusing atas kasus-kasus yang menyangkut norma, padahal hal ini sangat berpengaruh pada kehidupan Indonesia yang akan datang.

Disini, aku akan berbagi sebuah pengalaman pribadi yang kemudian memunculkan begitu banyak pertanyaan dalam benakku.

Suatu hari, aku pergi ke warnet yang letaknya tidak begitu jauh dari rumahku. Sebut saja warnet BIP. Kabin disana agak tertutup dan bangkunya lumayan lebar, cukup untuk berdua. Letak kabin-kabin itupun saling sejajar dan berhadap-hadapan, hal itu memudahkan seseorang untuk melihat orang lain disamping kabinnya, ataupun didepannya. Belum sampai 10 menit aku duduk dan mengakses internet disana, ku lihat ada dua orang remaja laki-laki dan perempuan sedang bergandengan tangan kemudian duduk dikabin depanku. Iseng-iseng mataku memperhatikan mereka, dan benar saja, belum lama mereka duduk disana, si laki-laki sudah mencium bibir perempuan itu. Mendadak perutku terasa mual, ketika melihat si laki-laki meraba-raba badan si perempuan.

Hal itu membuatku berpikir, mereka berpacaran seperti itu karena rasa cinta, atau nafsu belaka? Dengan mudahnya mereka menodai sucinya kata cinta dengan nafsu mereka. Oleh sebab itu, kita (para pembaca maupun aku sendiri) harus berhati-hati dalam mengenal lawan jenis agar tidak salah dalam mencari makna cinta.

Cukup sampai sekian artikel yang ku buat ini, jika ada kesalahan dalam kata maupun perbedaan pendapat, harap maklum.

Selamat mencari makna cinta.

Mayya Pradipta Kurnia.



Pengirim : mayya pradipta

 


tags
  

Berita
Pramuka MAN 1 Yogyakarta Juara 1 Lomba Film Pendek
24-September-2020

Pramuka MAN 1 Yogyakarta Juara 1 Lomba Film Pendek

Kasubdit KSKK Kemenag RI Visitasi Kesiapan Layanan SKS MAN 1 Yogyakarta
18-September-2020

Kasubdit KSKK Kemenag RI Visitasi Kesiapan Layanan SKS MAN 1 Yogyakarta

Mengalami Peningkatan, 82 Persen Siswa Lulusan Tahun 2020 MAN 1 Yogya diterima di PTN
16-September-2020

Mengalami Peningkatan, 82 Persen Siswa Lulusan Tahun 2020 MAN 1 Yogya diterima di PTN

Siswa MANPK MAN 1 Yogya Ikuti Pelatihan Desain Grafis
13-September-2020

Siswa MANPK MAN 1 Yogya Ikuti Pelatihan Desain Grafis

Dilakukan Secara Online, Partisipasi Pemilihan Ketua OSIS MAN 1 Yogya Tetap Tinggi
13-September-2020

Dilakukan Secara Online, Partisipasi Pemilihan Ketua OSIS MAN 1 Yogya Tetap Tinggi