20-January-2017

Siswa MAN 1 Yogyakarta Praktik Bahasa Inggris Bersama Muallaf Dari Nepal

Yogyakarta (MAN 1 YK)--Penguasaan bahasa Inggris harus disertai banyak latihan, khususnya speaking atau berbicara, karena bahasa merupakan suatu alat komunikasi. Latihan berbicara bersama native speaker atau penutur asli sering dilakukan oleh siswa MAN 1 Yogyakarta agar mendapatkan pengalaman mengucapan kata-kata bahasa Inggris yang benar.

Ketua Program Studi Bahasa MAN 1 YogyakartaSusianawati, S.Agmenerangkan, dalam satu semester madrasah ini melaksanakan kegiatan latihan berbicara bahasa Inggris bersama native speaker lebih dari sekali.

“Agar anak-anak biasa berkomunikasi dengan penutur asli, hingga tidak ada rasa canggung atau minder,”terang guru Bahasa Inggris yang akrab disapa Susi itu, Selasa(17/1)kemarin. 

Ada yang berbeda hari itu. Native speaker yang mendampingi praktik speaking anak-anak kali ini  adalah seorang muallaf dari Nepal. Ahmad namanya, yang dahulu bernama Sunil Dahal, seorang mahasiswa yang harus melakukan perjalanan ke daerah-daerah di Jawa untuk studinya.

Native Speaker itu menceritakan, ketika pertama kali tiba di daerah kebumen, dia mendengar adzan Subuh di pagi buta. Di telinganya yang belum pernah mendengar lantunan adzan tersebut, Sunil menganggap sebagai lagu yang indah dan merdu. Akan tetapi, ketika penelitian mengharuskannya berpindah ke kota-kota lain seperti Cilacap, Malang, Madiun dan Yogyakarta “lagu” itu terdengar lagi dengan nada dan irama yang sama indahnya. Kenyamanan yang ia rasakan ketika mendengar adzan menggerakkan batinnya untuk mengenal lebih dalam tentang Islam.

Maka setelah melewati ramadhan di tahun 2015, Sunil kembali ke jogja lagi, setelah menyelesaikan studinya di Nepal. Tujuannya ingin mengenal lebih jauh tentang ajaran Islam. Maka tepat pada 6 November 2015 silam, di masjid UII Sunil resmi bersyahadat dan masuk Islam dan berganti nama menjadi  Ahmad.

Wakil Kepala MAN 1 Yogyakarta Bidang Keagamaan Suyanto, M.Pd., menuturkan, kini, hari-hari Ahmad dihabiskan di pondok pesantren mahasiswa UII untuk mempelajari agama Islam. Disamping itu, dia juga berusaha untuk membagi pengalaman ke-muallafan-nya ke banyak pihak, agar bisa menginspirasi banyak orang dalam beragama.

Beruntung siswa MAN 1 Yogyakarta khususnya siswa kelas X IPS1 dan X IPS 2 bisa berbagi pengalaman beragama bersama Ahmad. Banyak motivasi yang disampaikan Ahmad terkait perjuangan menuntut ilmu, perjuangan beribadah pada Allah, zat pemberi apapun kebutuhan manusia.

Dalam dialog yang penuh kehangatan itu, terungkaplah latar belakang Ahmad, sebagai anak petani Hindu dari Nepal, yang harus bangun pagi memberi makan pada sapi, kambing dan ternak lainnya, sebelum pergi ke sekolah di Kathmandu, ibu kota Nepal.

Ahmad melanjutkan, perjalanannya ke sekolah memakan waktu lebih satu jam melewati lembah, hutan dan sungai, hingga pengalaman Ahmad sesudah menjadi mahasiswa. Kemudian bagaimana ia melewatkan lima hari penuh berkurung di kamar pondokannya, mempelajari 60 surat Alqur’an melalui Youtube.  Setelah membaca surat Ar Rahman dan Al Waqi’ah cahaya Allah benar-benar masuk ke kalbunya, mendorong kakinya kembali ke Yogya untuk bersimpuh dan bersyahadat di masjid Ulil Albab UII Jalan Kaliurang KM 14,5 Sleman Yogyakarta.

“Amazing, I didn’t find like this well managed suitable place anad atmosphere for learning in Nepal. Students were brilliant and disciplined. They were good enough in English, I understood from their good attantion and acknowledging while I was speaking in their class.”(Luar biasa, saya tidak pernah menemui tempat dan suasana belajar yang tertata sedemikian sempurna ini di Nepal. Siswa-siswanya cerdas dan disiplin. Mereka cukup bagus dalam berbahasa Inggris, saya mengetahuinya dari perhatian dan pemahamannya ketika saya berbicara di kelas),”Kesannya terhadap praktik speaking para siswa MAN 1 Yogyakarta tersebut. (end/dzl)


tags
Native   Nepal  

Berita
Tumbuhkan Kesadaran Hukum, MAN 1 Yogya Hadirkan Kanwil Kemenkumham DIY
18-July-2019

Tumbuhkan Kesadaran Hukum, MAN 1 Yogya Hadirkan Kanwil Kemenkumham DIY

MAN 1 Yogya Gandeng Kemkominfo Antisipasi Dampak MEDSOS
18-July-2019

MAN 1 Yogya Gandeng Kemkominfo Antisipasi Dampak MEDSOS

Pembukaan Matsama MAN 1 Yogyakarta:”Jangan ada Perpeloncoan!”
16-July-2019

Pembukaan Matsama MAN 1 Yogyakarta:”Jangan ada Perpeloncoan!”

MAN 1 Yogya Umumkan Hasil Tes Peminatan  Kelas X
16-July-2019

MAN 1 Yogya Umumkan Hasil Tes Peminatan Kelas X

Pisah Sambut Guru MAN 1 Yogyakarta:Silaturrahim Sambung Terus
16-July-2019

Pisah Sambut Guru MAN 1 Yogyakarta:Silaturrahim Sambung Terus