05-May-2018

Wisuda Purna Siswa MAN 1 Yogyakarta:”Jangan Buru-buru Bekerja Sebelum Mempunyai Skill Dan Profesionalitas”

Sleman(MAN 1 YK)—Sebanyak 228 siswa MAN 1 Yogyakarta mengikuti wisuda purna siswa, Kamis(3/5), di  Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada(UGM) Yogyakarta. Kegiatan yang disiarkan langsung (melalui live streaming youtube.com) itu, dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Drs. H. Muhammad Lutfi Hamid, M.Ag.,  pegawai kemenag kota, pengawas, orang tua wali siswa, guru, pegawai, dan segenap civitas akademika.

Ada 92 siswa peserta wisuda telah diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes, yakni melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Perguruan Tinggi Negeri tersebut, Institut Pertanian Bogor, Institut Tekonologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret Semarang, UPN”Veteran” Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Atas peningkatan jumlah siswa yang diterima diperguruan tinggi negeri tanpa tes tersebut, Kepala MAN 1 Yogyakarta Drs.H.Wiranto Prasetyahadi, M.Pd berharap, agar mereka yang telah diterima bersungguh-sungguh dalam mengikuti program di perguruan tinggi dan dapat selesai tepat waktu. “Tetap menjaga nama baik madrasah dan berprestasi, serta selesai tepat waktu,”pintanya.

Lalu kepada para siswa yang belum masuk lewat jalur prestasi, Wiranto mengarahkan agar mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti jalur lain, seperti jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri. 

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama DIY Drs. H. Muhammad Lutfi Hamid, M.Ag., dalam sambutannya mengungkapkan, di era digital seperti ini,  kesuksesan bukan hanya dimiliki orang kaya dan orang yang mempunyai kedudukan. Akan tetapi menurutnya, kesuksesan itu dimiliki orang yang memiliki enovasi dan kecepatan mengambil keputusan. “lihatlah sejarah kesuksesan pemilik Alibaba.com,”tuturnya.

Lanjutnya, Pendiri e-commerce Alibaba, Jack Ma dinobatkan sebagai orang terkaya di China pada tahun 2014. Ma berada di peringkat ketujuh sebagai orang terkaya sedunia di bidang teknologi versi majalah Forbes.  Jack kerap kali mengalami kegagalan saat sebelum mencapai kesuksesan seperti sekarang. Namun, kegagalan demi kegagalan yang dia alami tak membuatnya menyerah begitu saja. Jack Ma sukses membalikkan nasibnya.

Untuk itu Luthfi berpesan, agar para alumnus MAN 1 Yogyakarta ini tidak ‘terburu-buru bekerja’ sebelum mempunyai skill dan porfesionalitas. “Ilmu pengetahuan akan mengantarkan ke profesionalitas kalian,”ujarnya.

Pada kegiatan ini, ada 25 peserta wisuda yang mendapatkan penghargaan dari madrasah, atas prestasi mereka dalam bidang akademik dan non akademik. Selain itu, kegiatan ini dimeriahkan pula beberapa hiburan dari  grup hadroh ‘Kasyiful Kurab’, mansakustik, mansa voice, penayangan foto-foto kenangan kegiatan para siswa selama di madrasah, dan pembacaan puisi, serta barisan peleton inti dan ‘dimas diajeng’ yang mengawal iring-iringan peserta wisuda di awal acara.(dzl)


tags
Wisuda   Purna   Siswa   MAN   1   Yogyakarta:”Jangan   Buru-buru   Bekerja   Sebelum   Mempunyai   Skill   dan   Profesionalitas”  

Berita
PP.Alhakim MAN 1 Yogyakarta Bersholawat
15-November-2018

PP.Alhakim MAN 1 Yogyakarta Bersholawat

Tim Siswa MAN 1 Yogyakarta Juara 3 LCCA Tingkat Nasional
15-November-2018

Tim Siswa MAN 1 Yogyakarta Juara 3 LCCA Tingkat Nasional

Siswa MAN 1 Yogyakarta Juara 1 Kompetisi Robotik Madrasah Tingkat Nasional 2018
08-November-2018

Siswa MAN 1 Yogyakarta Juara 1 Kompetisi Robotik Madrasah Tingkat Nasional 2018

Amartya, Siswa MAPK MAN 1 Yogyakarta Juara 1 Essay Tingkat Nasional 2018
30-October-2018

Amartya, Siswa MAPK MAN 1 Yogyakarta Juara 1 Essay Tingkat Nasional 2018

Pengajian Keluarga MAN 1 Yogyakarta: Pentingnya Integrasi Ilmu Pengetahuan
30-October-2018

Pengajian Keluarga MAN 1 Yogyakarta: Pentingnya Integrasi Ilmu Pengetahuan