17-March-2014

SMA 17

SMA 17 digusur secara paksa akibat rebutan lanah tanah yang menjadi tempat menuntut ilmu tersebut. Berawal dari lingkungan sekolah yang dikepung dengan seng-seng dan bambu-bambu yang digembok. Namun, dengan semangat yang membara seluruh siswa dan guru-guru SMA 17 bersatu untuk membobol pertahanan dari bambu dan seng tersebut.

Kasus perebutan tanah itu dimulai dari si pemilik tanah yang menjual tanahnya kepada pihak ke-3 tanpa sepengetahuan pihak yayasan. Berjalannya waktu selama 3 bulan, hak tanah pun tak kunjung datang dalam genggaman pihak ketiga, maka pihak ketiga menagih kepemilik tanah tersebut.

Penggusuran bukan hanya dilakukan dengan memagari sekeliling sekolah dengan seng, namun juga menghancurkan papan sekolah yang terbuat dari beton kuat. Kemudian disusul pula dengan pengosongan seluruh isi sekolah mulai dari bangku sekolah, peralatan sekolah, berkas-berkas penting termasuk data-data siswa didalamnya. Bahkan sempat selama beberapa minggu gedung tersebut dijaga ketat oleh preman-preman yang sengaja dibayar oleh pemilik tanah tersebut.

Namun, dengan semangat yang berkobar-kobar untuk menembus Ujian Nasional siswa SMA 17 tetap giat belajar dan berangkat sekolah meski harus menuntut ilmu diatas tikar rajutan lesehan bersama siswa-siswa yang lainnya.

Pada tanggal 5 April 2012, tepatnya pada hari Selasa. Aku menuju ke lokasi yaitu SMA 17 untuk melakukan penggambilan gambar dan mewawancarai beberapa siswa disana. Banyak polisi yang Aku jumpai disana, mengepung setiap lingkup sekolah untuk menjaga keamanan. Dari Dinas Pendidikan pun tampak di lokasi memberi support kepada siswa-siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional.

Dengan kesabaran hati yang tertanam pada diri masing-masing akhirnya bantuan pun tiba dari Dinas Pendidikan, beberapa bangku sekolah kini turun dari mobil pick up dan tertata rapi diruangan. Belajar dengan tekun kini dapat dinikmati diatas bangku sekolah seperti teman-teman SMA sederajat lainnya.

Bersyukirlah kawan, kita masih dapat merasakan bangku sekolah dengan fasilitas yang memadai. (tata)

 


tags
  

Berita
Sambut Akreditasi Madrasah Tahun 2018, MAN 1 Yogyakarta Selenggarakan Workshop untuk Guru
15-January-2018

Sambut Akreditasi Madrasah Tahun 2018, MAN 1 Yogyakarta Selenggarakan Workshop untuk Guru

Deklarasi Anti Radikalisme di MAN 1 Yogyakarta, Buktikan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin
15-January-2018

Deklarasi Anti Radikalisme di MAN 1 Yogyakarta, Buktikan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Kunjungan FKM Jakarta di MAN 1 Yogyakarta:Semangat Untuk Terus Menerus Belajar
12-January-2018

Kunjungan FKM Jakarta di MAN 1 Yogyakarta:Semangat Untuk Terus Menerus Belajar

Pengajian di MAN 1 Yogyakarta: Mengenali Teman
09-January-2018

Pengajian di MAN 1 Yogyakarta: Mengenali Teman

RAT KPRI MAN 1 Yogyakarta:”Mampu Bertahan dalam Kondisi Ekonomi yang Buruk”
04-January-2018

RAT KPRI MAN 1 Yogyakarta:”Mampu Bertahan dalam Kondisi Ekonomi yang Buruk”